Raih
Prestasi, Junjung Tinggi Budi Pekerti
Karya
: Raja Octhaviea Sari
Bangsa Indonesia adalah
sebuah entitas kesatuan berupa masyarakat yang tinggal di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan tidak memperhatikan kesukuan ataupun
perbedaan dengan tujuan, cita-cita dan ideologi yang sama berdasar UUD 1945 dan
pancasila. Dimana masyarakatnya lahir dari manifestasi perjuangan rakyatnya
untuk bebas dari penjajahan.
Mayarakat awam tentunya
sudah tahu bahwa Indonesia memiliki ragam budaya yang tidak dapat dipungkiri
keberadaannya yang telah dianugerahi oleh yang kuasa. Kebudayaan daerah
tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat diseluruh daerah Indonesia
misalnya : wayang kulit, angklung, batik, songket, keris, rumah gadang
minangkabau, dan lainnya. Itu semua tidak lepas dari kewajiban kita semua
sebagai bangsa Indonesia untuk melestarikan, merawat, dan menjaganya sebaik
mungkin. Namun tidak sedikit orang yang lepas kewajiban dan malah melupakan,
merusak sumber daya alam yang telah dianugerahi oleh-Nya.
Sebagai bangsa
Indonesia tentunya kita harus memiliki jiwa cinta tanah air, mulai dari kaum
muda, dewasa hingga tua haruslah memiliki semangat juang untuk memajukan negara
Indonesia. Apalagi sangat dibutuhkannya semangat kebangsaan para penerus dan
pelurus bangsa yaitu remaja-remaja Indonesia. Tidak sedikit pelajar/pemuda
Indonesia haus akan kreativitas dan inovasi. Rasa keingintahuan mereka dengan
sendirinya memunculkan rasa untuk menghargai prestasi. Namun factor
perekonomianlah yang membuat mereka terhambat untuk mengambil langkah sehingga
tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, dengan keterpaksaan mereka harus
mengikuti belajar paket A, ijazahlah yang mereka kejar namun yang terpenting
adalah impian mereka untuk meraih masa depan yang cemerlang.
“Cari ilmu sampai
dapat, sungguh senang, sangat senang, bangun pagi-pagi kesekolah”.
Potongan cuplikan lirik
lagu tersebut adalah salah satu bentuk semangat mereka. Generasi bangsa
Indonesia adalah generasi yang beriman dan bertaqwa, sopam santun, bersih dan
sehat, gotong royong, pantang menyerah, bersahabat, suka menolong, ceria, rasa
ingin tahu, gigih, sportif, jujur, cerdas, kreatif, inovatif, kerja keras,
cinta budaya bangsa, cinta tanah air dan kompetitif.
Sesuai dengan butir-
butir nilai pedoman penghayatan pengamalan pancasila yang terdiri dari
ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan dan keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan mengembangkan sikap hormat
menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab dapat membentuk
sebuah karakter yang baik untuk saling menghormati dan berkerja sama walaupun
terdapat perbedaaan.
Namun inilah negara
kita, negara Indonesia yang tidak membeda-bedakan suku etnis dan budaya. Sikap
diskiriminasi tidak lah boleh dibentuk karena kita adalah satu bangsa. Sesuai
dengan teks sumpah pemuda “Kami Putra
dan putri Indonesia mengaku bertumpah
darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa
satu bangsa Indonesia, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, Bahasa Indonesia”.
Sesuai dengan Pasal 28E
ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut
agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya,
serta berhak kembali.
Berbagai macam agama
yang dianut oleh masing-masing individu tidak membuat kita terpecah. Namun kita
membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan berkepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit dan sebagainya.
Mampu menempatkan
persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa diatas
kepentingan pribadi atau golongan, mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar
Bhineka Tunggal Ika merupakan salah satu bentuk persatuan Indonesia. Sebagai
warga negara, keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah / mufakat haruslah
dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan,
mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Tidak menggunakan hak
milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang kaun dan untuk
hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah serta tidak menggunakan
hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan
umum. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama merupakan bentuk keadilan social bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Kebudayaan di Indonesia
sungguhlah sangat luar biasa ! Dimulai dari alat-alat music daerah, lagu-lagu
daerah, tari-tarian adat, seni pertunjukan/teater rakyat, pakaian adat daerah,
rumah adat daerah, senjata-senjata tradisional, itu semua milik Indonesia.
Milik negara kita, milik bangsa kita, bangsa tempat dimana kita dilahirkan
sebagai tempat berlindung di hari tua sampai akhir menutup mata.
Kecintaan remaja-remaja
Indonesia akan budaya nya sendiri kini mulai terlihat berkurang. Ditambah lagi
dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah global yang
tak terkendali membuat remaja memunculkan seribu alasan untuk mencintai budaya
sendiri. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa cinta dengan budaya sendiri
pada zaman modernisasi ini tentu saja dianggap jadul, kulot, bahkan memalukan.
Mereka yang melestarikan budaya-budaya Indonesia dianggap sebagai individu yang
tidak tahu mode.
Padahal akan lebih bagusnya jika kita sebagai
anak Indonesia, remaja Indonesia lebih mencintai budaya milik kita sendiri.
Yang harus dilakukan pemerintah sekarang ialah bukan merubah budaya yang kita
miliki tetapi merubah pemikiran remaja Indonesia akan budaya-budaya Indonesia
untuk tetap dijaga dan dilestarikan. Salah satu caranya yaitu dengan
mengembangkan iptek yang berbau budaya-budaya Indonesia. Dengan cara
tersebutlah kita membuat suatu tindakan, suatu langkah untuk menumbuhkan rasa
cinta terhadap budaya sendiri.
Masing- masing daerah
memiliki ciri khas budaya yang berbeda pula. Mulai dari alat music,
tarian,pakaian dan sebagainya mengandung arti yang berbeda pula.Yang sangat
luar biasa lagi Indonesia memiliki tempat-tempat wisata yang begitu
menakjubkan.Banyak pendatang luar yang memuji kebudayaan dan sumber daya alam
Indonesia. Namun inilah yang harus kita perbaiki yaitu sumber daya manusianya.
Apalagi yang sangat diperhatikan adalah remaja-remaja Indonesia. Kita pasti
mengharapkan agar remaja-remaja Indonesia bersih pikirannya, bersih lisannya,
bersih tingkah dan perilakunya, bersih lingkungan, bersih jiwa, bersih hati,dan
bersih perasaan, tertata kata, tertata waktu ,tertata lingkungan, tertata
ibadah, berprestasi dihadapan manusia, dan berprestasi juga dihadapan Tuhan.
Tak hanya budaya,
prestasi di Indonesia juga sangatlah penting untuk kita perhatikan sebagai
patokan untuk lebih maju lagi. Kebanyakan seorang individu ketika ditanyakan
sebuah pertanyaan apa tujuan anda untuk masa depan anda? Rata-rata sekitar 99 %
menjawab saya akan belajar dengan sebaik-baiknya lalu meraih cita-cita saya dan
saya akan mencari pekerjaan lalu saya akan menikah dan membahagiakan
orang-orang yang saya cintai. Mengapa didalam jawaban tersebut ada kalimat
“saya akan mencari perkerjaan”?. Inilah Indonesia selalu beranggapan demikian,
untuk itu sekarang kita rubah pemikiran kita kedepan bukan untuk mencari
pekerjaan namun untuk membuka lapangan pekerjaan. Bayangkan jika setiap orang
ingin mencari perkerjaan sedangkan diantara mereka tidak ada yang berkeinginan
untuk membuka lapangan kerja? Tentu saja Indonesia tidak akan maju, kita hanya
bias berkerja ditempat orang. Dari kalimat tadi dapat kita kaitkan dengan
prestasi Indonesia. Prestasi di Indonesia memiliki dua tahapan yaitu :
meningkat dan menurun. Adakalanya kita diatas dan adakalanya pula kita dibawah.
Apa Penyebab prestasi
kita menurun? Jawabannya adalah kurangnya pengetahuan, pembinaan, keinginan,
motivasi, dan sebagainya. Yang membuat kita tidak mempunyai skill untuk bias
lebih dan lebih. Tindakan yang harus dilakukan adalah mengasah setiap minat dan
bakat yang dimiliki anak-anak Indonesia. Kita bentuk semangat mereka untuk
belajar, Kita bentuk rasa keingin tahuan mereka dengan hal-hal yang positive
dan memberikan jawaban atas ketidak tahuan mereka. Fungsi kita semua yaitu
saling melengkapi, saling berkerja sama untuk meraih kesuksesan, meraih
kecemerlangan masa depan negara kita.
Remaja Indonesia tentunya masing-masing individu
memiliki mimpi, cita-cita, dan keyakinan. Namun mereka memerlukan bimbingan
untuk mewujudkan segalanya, mewujudkan impian mereka. Tidak ada satupun remaja
Indonesia yang ingin membuat negara Indonesia runtuh karena didalam diri mereka
sudah tertanam semangat kesatuan bangsa.
Selain prestasi, moral
anak- anak bangsa haruslah diperhatikan. Ketidak sopanan mereka dalam beretika
dan berperilaku menunjukkan cerminan bangsa. Ketika anak Indonesia bersikap
tidak berkarakter maka orang-orang akan menilai sisi negative anak tersebut
namun sebaliknya jika anak-anak Indonesia menerapkan 18 karakter bangsa yang
telah dibuat oleh pemerintah Indonesia maka bangsa Indonesia akan memiliki
generasi bangsa yang berkarakter jika 18 karakter tersebut diterapkan pada masing-masing
individu.
Kejujuran adalah salah
satu contoh kecil yang berpengaruh besar bagi dunia remaja. Jika dari kecil mereka
terbiasa dengan sebuah kebohongan maka ketidakjujuran itu akan dibawanya kelak
sampai ia dewasa. Bimbingan kedua orang tua sangatlah perlu untuk membina serta
mengawasi anak. Perhatian orang tua sangat dibutuhkan karena anak merasa mereka
diperhatikan. Namun jika kita berbalik arah kedunia anak-anak yang kurang
perhatian orang tua mereka akan merasa bebas tidak ada aturan yang mengikat.
Ketidak adaan moral
dapat membuat kepribadian anak menjadi hancur, lalu disebabkan oleh kemajuan
ilmu pengetahuan teknologi dan budaya luar yang masuk ke Indonesia. Sehingga
remaja Indonesia menjadi bingung untuk memilih pilihan mana yang baik dan tidak
bisa menyaring budaya luar yang masuk
tersebut. Mereka cenderung memilih budaya luar yang dianggap oleh mereka lebih
modern dan lebih cocok atau sesuai dengan kondisi anak muda zaman sekarang,
serta menganggap budaya Indonesia adalah budaya yang kuno. Kerap kali kita
lihat banyak remaja Indonesia yang cara berpakaian tidak sesuai aturan dan
tidak mencerminkan budaya Indonesia. Walaupun begitu remaja Indonesia adalah
remaja yang diharapkan sebagai penerus dan pelurus bangsa yang akan memimpin
Indonesia menjadi lebih maju di masa depan.
Mereka adalah harapan
kita, dari jemarinyalah kita bentuk kreatifitas, kita bentuk inovasi yang lebih
baik, dari matanya kita bentuk kejujuran, tanamkan di dadanya rasa semangat
kebangsaan. Melalui 4 pilar tonggak kokoh rumah kebangsaan kita. Mari kita
bentuk, kita jaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi negara kita guna
meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta kita bangun, kita bangkitkan generasi
bangsa Indonesia sebagai generasi emas dan insan Indonesia yang cerdas dan
kompetitif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar