Minggu, 15 September 2013

Artikel ku :)



Raih Prestasi, Junjung Tinggi Budi Pekerti
Karya : Raja Octhaviea Sari
Bangsa Indonesia adalah sebuah entitas kesatuan berupa masyarakat yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tidak memperhatikan kesukuan ataupun perbedaan dengan tujuan, cita-cita dan ideologi yang sama berdasar UUD 1945 dan pancasila. Dimana masyarakatnya lahir dari manifestasi perjuangan rakyatnya untuk bebas dari penjajahan.
Mayarakat awam tentunya sudah tahu bahwa Indonesia memiliki ragam budaya yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya yang telah dianugerahi oleh yang kuasa. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat diseluruh daerah Indonesia misalnya : wayang kulit, angklung, batik, songket, keris, rumah gadang minangkabau, dan lainnya. Itu semua tidak lepas dari kewajiban kita semua sebagai bangsa Indonesia untuk melestarikan, merawat, dan menjaganya sebaik mungkin. Namun tidak sedikit orang yang lepas kewajiban dan malah melupakan, merusak sumber daya alam yang telah dianugerahi oleh-Nya.
Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita harus memiliki jiwa cinta tanah air, mulai dari kaum muda, dewasa hingga tua haruslah memiliki semangat juang untuk memajukan negara Indonesia. Apalagi sangat dibutuhkannya semangat kebangsaan para penerus dan pelurus bangsa yaitu remaja-remaja Indonesia. Tidak sedikit pelajar/pemuda Indonesia haus akan kreativitas dan inovasi. Rasa keingintahuan mereka dengan sendirinya memunculkan rasa untuk menghargai prestasi. Namun factor perekonomianlah yang membuat mereka terhambat untuk mengambil langkah sehingga tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, dengan keterpaksaan mereka harus mengikuti belajar paket A, ijazahlah yang mereka kejar namun yang terpenting adalah impian mereka untuk meraih masa depan yang cemerlang.
“Cari ilmu sampai dapat, sungguh senang, sangat senang, bangun pagi-pagi kesekolah”.
Potongan cuplikan lirik lagu tersebut adalah salah satu bentuk semangat mereka. Generasi bangsa Indonesia adalah generasi yang beriman dan bertaqwa, sopam santun, bersih dan sehat, gotong royong, pantang menyerah, bersahabat, suka menolong, ceria, rasa ingin tahu, gigih, sportif, jujur, cerdas, kreatif, inovatif, kerja keras, cinta budaya bangsa, cinta tanah air dan kompetitif.
Sesuai dengan butir- butir nilai pedoman penghayatan pengamalan pancasila yang terdiri dari ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan  dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab dapat membentuk sebuah karakter yang baik untuk saling menghormati dan berkerja sama walaupun terdapat perbedaaan.
Namun inilah negara kita, negara Indonesia yang tidak membeda-bedakan suku etnis dan budaya. Sikap diskiriminasi tidak lah boleh dibentuk karena kita adalah satu bangsa. Sesuai dengan  teks sumpah pemuda “Kami Putra dan putri Indonesia mengaku  bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Sesuai dengan Pasal 28E ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
Berbagai macam agama yang dianut oleh masing-masing individu tidak membuat kita terpecah. Namun kita membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit dan sebagainya.
Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa diatas kepentingan pribadi atau golongan, mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika merupakan salah satu bentuk persatuan Indonesia. Sebagai warga negara, keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah / mufakat haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang kaun dan untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah serta tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama merupakan bentuk keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kebudayaan di Indonesia sungguhlah sangat luar biasa ! Dimulai dari alat-alat music daerah, lagu-lagu daerah, tari-tarian adat, seni pertunjukan/teater rakyat, pakaian adat daerah, rumah adat daerah, senjata-senjata tradisional, itu semua milik Indonesia. Milik negara kita, milik bangsa kita, bangsa tempat dimana kita dilahirkan sebagai tempat berlindung di hari tua sampai akhir menutup mata.
Kecintaan remaja-remaja Indonesia akan budaya nya sendiri kini mulai terlihat berkurang. Ditambah lagi dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah global yang tak terkendali membuat remaja memunculkan seribu alasan untuk mencintai budaya sendiri. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa cinta dengan budaya sendiri pada zaman modernisasi ini tentu saja dianggap jadul, kulot, bahkan memalukan. Mereka yang melestarikan budaya-budaya Indonesia dianggap sebagai individu yang tidak tahu mode.
 Padahal akan lebih bagusnya jika kita sebagai anak Indonesia, remaja Indonesia lebih mencintai budaya milik kita sendiri. Yang harus dilakukan pemerintah sekarang ialah bukan merubah budaya yang kita miliki tetapi merubah pemikiran remaja Indonesia akan budaya-budaya Indonesia untuk tetap dijaga dan dilestarikan. Salah satu caranya yaitu dengan mengembangkan iptek yang berbau budaya-budaya Indonesia. Dengan cara tersebutlah kita membuat suatu tindakan, suatu langkah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Masing- masing daerah memiliki ciri khas budaya yang berbeda pula. Mulai dari alat music, tarian,pakaian dan sebagainya mengandung arti yang berbeda pula.Yang sangat luar biasa lagi Indonesia memiliki tempat-tempat wisata yang begitu menakjubkan.Banyak pendatang luar yang memuji kebudayaan dan sumber daya alam Indonesia. Namun inilah yang harus kita perbaiki yaitu sumber daya manusianya. Apalagi yang sangat diperhatikan adalah remaja-remaja Indonesia. Kita pasti mengharapkan agar remaja-remaja Indonesia bersih pikirannya, bersih lisannya, bersih tingkah dan perilakunya, bersih lingkungan, bersih jiwa, bersih hati,dan bersih perasaan, tertata kata, tertata waktu ,tertata lingkungan, tertata ibadah, berprestasi dihadapan manusia, dan berprestasi juga dihadapan Tuhan.
Tak hanya budaya, prestasi di Indonesia juga sangatlah penting untuk kita perhatikan sebagai patokan untuk lebih maju lagi. Kebanyakan seorang individu ketika ditanyakan sebuah pertanyaan apa tujuan anda untuk masa depan anda? Rata-rata sekitar 99 % menjawab saya akan belajar dengan sebaik-baiknya lalu meraih cita-cita saya dan saya akan mencari pekerjaan lalu saya akan menikah dan membahagiakan orang-orang yang saya cintai. Mengapa didalam jawaban tersebut ada kalimat “saya akan mencari perkerjaan”?. Inilah Indonesia selalu beranggapan demikian, untuk itu sekarang kita rubah pemikiran kita kedepan bukan untuk mencari pekerjaan namun untuk membuka lapangan pekerjaan. Bayangkan jika setiap orang ingin mencari perkerjaan sedangkan diantara mereka tidak ada yang berkeinginan untuk membuka lapangan kerja? Tentu saja Indonesia tidak akan maju, kita hanya bias berkerja ditempat orang. Dari kalimat tadi dapat kita kaitkan dengan prestasi Indonesia. Prestasi di Indonesia memiliki dua tahapan yaitu : meningkat dan menurun. Adakalanya kita diatas dan adakalanya pula kita dibawah.
Apa Penyebab prestasi kita menurun? Jawabannya adalah kurangnya pengetahuan, pembinaan, keinginan, motivasi, dan sebagainya. Yang membuat kita tidak mempunyai skill untuk bias lebih dan lebih. Tindakan yang harus dilakukan adalah mengasah setiap minat dan bakat yang dimiliki anak-anak Indonesia. Kita bentuk semangat mereka untuk belajar, Kita bentuk rasa keingin tahuan mereka dengan hal-hal yang positive dan memberikan jawaban atas ketidak tahuan mereka. Fungsi kita semua yaitu saling melengkapi, saling berkerja sama untuk meraih kesuksesan, meraih kecemerlangan masa depan negara kita.
 Remaja Indonesia tentunya masing-masing individu memiliki mimpi, cita-cita, dan keyakinan. Namun mereka memerlukan bimbingan untuk mewujudkan segalanya, mewujudkan impian mereka. Tidak ada satupun remaja Indonesia yang ingin membuat negara Indonesia runtuh karena didalam diri mereka sudah tertanam semangat kesatuan bangsa.
Selain prestasi, moral anak- anak bangsa haruslah diperhatikan. Ketidak sopanan mereka dalam beretika dan berperilaku menunjukkan cerminan bangsa. Ketika anak Indonesia bersikap tidak berkarakter maka orang-orang akan menilai sisi negative anak tersebut namun sebaliknya jika anak-anak Indonesia menerapkan 18 karakter bangsa yang telah dibuat oleh pemerintah Indonesia maka bangsa Indonesia akan memiliki generasi bangsa yang berkarakter jika 18 karakter tersebut diterapkan pada masing-masing individu.
Kejujuran adalah salah satu contoh kecil yang berpengaruh besar bagi dunia remaja. Jika dari kecil mereka terbiasa dengan sebuah kebohongan maka ketidakjujuran itu akan dibawanya kelak sampai ia dewasa. Bimbingan kedua orang tua sangatlah perlu untuk membina serta mengawasi anak. Perhatian orang tua sangat dibutuhkan karena anak merasa mereka diperhatikan. Namun jika kita berbalik arah kedunia anak-anak yang kurang perhatian orang tua mereka akan merasa bebas tidak ada aturan yang mengikat.

Ketidak adaan moral dapat membuat kepribadian anak menjadi hancur, lalu disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan budaya luar yang masuk ke Indonesia. Sehingga remaja Indonesia menjadi bingung untuk memilih pilihan mana yang baik dan tidak bisa  menyaring budaya luar yang masuk tersebut. Mereka cenderung memilih budaya luar yang dianggap oleh mereka lebih modern dan lebih cocok atau sesuai dengan kondisi anak muda zaman sekarang, serta menganggap budaya Indonesia adalah budaya yang kuno. Kerap kali kita lihat banyak remaja Indonesia yang cara berpakaian tidak sesuai aturan dan tidak mencerminkan budaya Indonesia. Walaupun begitu remaja Indonesia adalah remaja yang diharapkan sebagai penerus dan pelurus bangsa yang akan memimpin Indonesia menjadi lebih maju di masa depan.
Mereka adalah harapan kita, dari jemarinyalah kita bentuk kreatifitas, kita bentuk inovasi yang lebih baik, dari matanya kita bentuk kejujuran, tanamkan di dadanya rasa semangat kebangsaan. Melalui 4 pilar tonggak kokoh rumah kebangsaan kita. Mari kita bentuk, kita jaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi negara kita guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta kita bangun, kita bangkitkan generasi bangsa Indonesia sebagai generasi emas dan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar