Sabtu, 21 Januari 2012

NARNIA

NARNIA 

 NARNIA adalah film kesukaan gue, paling favouriet banget :) awalnya gue hanya biasa biasa aja pas nonton ditv pertama kali tapi setelah berkali kali dari NARNIA1 NARNIA2 NARNIA3 guue semakin suka bangeeeeeeeeeeett :D




 Ini adalah PETER PEVENSIE (nama dalam narnia) nama aslinya adalah WILLIAM MOSELEY . gue suka bgt ama peter saat season 1 and 2. dia dikenal sebagai raja agung. yg merupakan anak tertua dari 4 bersaudara



 Ini adalah SUSAN PEVENSIE (nama dalam narnia) nama aslinya ANNA POPPLEWELL !
cantik banget yah :) saking cantiknya pangeran caspian ampei jatuh cinta nih :D dia dikenal sebagai pemanah yang baik loh



Ini adalah EDMUND PEVENSIE (nama dalam narnia) nama aslinya adalah SKANDAR KEYNES !
gue juga sukak ama dia, pada season 1 pas ada penyihir putih itu wajahnya edmund masih kayak polos. tapi pas uda season 2 waaaaawww.. amazing . cakep :*


LUCY PEVENSIE (nama dalam narnia) nama aslinya GEORGIE HENLEY ! imut imut mukanya. dia sangat dekat banget ama ASLAN . dan dia sangat berani. dia juga punya penawar yg diberikan oleh santa diseason 1 yg bisa ngidupin org mati jdi hidup kembali. subhanallaahh kuasa ALLAH :)
 ini adalah PANGERAN CASPIAN KE 10 . nama aslinya BEN BARNES. di season 2 narnia dia suka ama susan . tapi sayang mereka harus berpisah kaarna umur susan jauh lebih tua dibanding caspian. 1300 lebih tua looh :o . kasiaan. ampei season 3 caspian masih belum memiliki ratu karna dia hanya cinta sama susan :))
 ini foto foto mereka :) aku lucunya pas senter si edmund ketinggalan dinarnia 2. tp pas dinarnia3 uda dibalikin . hahahaa
 ini adalah keponakannya lucy ama edmund. yg nantinya diseason 3 bakalan jadi naga. dia cerewet sih tapi sebenarnya baiik
 ini dia tikus pemberani dengan pedang kecilnya itu lohh. oh ya ekornya itu dari aslan langsung ! ssstt makanya dia jaga baik baik . hihihihi



*gue bakalan nunggu NARNIA 4 . mudah mudahan ada yah. ngefans banget ama ni film walaupun cuma animasi doang :(.
I LIKE NARNIA :)
follow gue di twitter : @viearaviesa_
follow gue di fb        : rajaocthaviea sari
follow gue diyahoo : rajaocthaviea.sari@yahoo.com
follow gue di saling sapa : Raja octhaviea sari

SEE U :* 










Makalaah NARKOBA

                                                                           Kata Pengantar
              Atas rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih,Saya dapat menyelesaikan makalah yang diajukan untuk pengembangan diri IPA.
              Teknik penyusunan dibuat ringkas,padat,dan mudah dipahami dengan dilengkapi  gambar sebagai penjelas bagi materi yang disajikan didalam makalah ini.Makalah ini dapat digunakan bagi para pembaca sebagai wahana untuk proses perubahan remaja agar remaja lebih cenderung ke hal-hal positif dan menjauhkan hal-hal yang negatif.
              Dalam makalah ini secara  tersirat mengajak remaja Indonesia terutama pembaca dan pelajar,agar tidak menggunakan narkoba yang bias membuat masa depan seseorang suram,rusak,dan penuh kehancuran.
              Besar harapan saya bahwa makalah ini dapat digunakan bagi para pelajar sebagai pegangan dalam kehidupan sehari hari.Akhirnya,sesuai dengan kata pepatah ‘’tiada gading yang tak retak’’,saya harapkan saran dan kritik,khususnya dari guru pengembangan diri ipa,teman teman,dan juga pembaca.Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allahlah yang punya dan mahakuasa.Saya ucapkan terima kasih.
                                                                          Tanjung Balai Karimun, November 2011
                                                                                                
                                                                                                    Penulis
                                                                                                                               
                                                                               
BAB. I
A.    Latar Belakang
              Munculnya istilah NARKOBA (narkotika,psikotropika,bahan adiktif lain) dikalangan remaja merupakan ancaman dari dalam yang bias merusak masa depan generasimuda bangsa.Salah satu dampak negatifnya adalah akan mengakibatkan masa depan yang suram,penuh kehancuran,dan timbulnya korban.Penggunaan narkoba yang dilakukan biasanya cenderung dengan para remaja yang terlibat sebagai pecandu.Hal ini timbul karena :
              -faktor individu
              -faktor lingkungan
              -faktor yang ada dizat narkoba itu sendiri
              Hal ini diakibatkan karena adanya kekosongan jiwa para remaja yang masih membutuhkan bimbingan dan kasih saying orang tuanya,bahkan tidak terpenuhi sama sekali.Biasanya keluarga yang mampu disebabkan karena orang tua terlalu sibuk sedangkan dengan keluarga kurang mampu disebabkan karena masalah ekonomi.
B.     Rumusan Masalah
Remaja Indonesia banyak menjadi  pecandu narkoba. Terutama para pelajar yang masih duduk di dunia pendidikan.hal ini dapat kita lihat pada tabel 1.1
                                                Hasil penelitian tim P4GN tahun 2006

Tingkat pendidikan
SD
SLTP
SLTA
PT
Jumlah kasus
pidana
3.863
3.863
22.225
746

                                                                                                                                    http://ceria.bkkbn.go.id
Mengapa  remaja  Indonesia   terutama pelajar  banyak  yang  menjadi  pecandu narkoba
C. Tujuan Penelitian
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.
Makalah ini bertujuan untuk :
1.      Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
2.      Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis-
jenis narkoba.
Tujuan selanjutnya
Mengajak para pembaca untuk tidak menggunakan narkoba dengan mengadakan kegiatan positif  Seperti :
·         Organisasi ANTI NARKOBA
·         Penyuluhan
·         Sosialisasi disetiap sekolah
·         Kesahatan reproduksi remaja,etc.
·         Mengajak para pembaca untuk hidup sehat tanpa narkoba
·         Menerapkan kata”say no to narkoba”,”kami cinta damai kami tolak narkoba”. Dikalangan remaja sebagai suatu motivasi
·         Mengembangkan potensi seorang pelajar dengan member penyaranan yang baik untuk menghindari hal hal negative yang sering muncul
·         Belajar untuk berkomunikasi dengan meemberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari hari yang baik
              
           
BAB II
A.    isi
Definisi istilah
“SAATNYA MERDEKA DARI NARKOBA’’
DRUGS IS NOT OUR CULTURE
mencoba sekali selanjutnya
      "MATI"
Narkoba sudah tak asing lagi  di telinga kita , Bahkan di Madina kita tercinta ini  juga  sudah mewabah. sebagian besar remaja di Indonesia bahkan remaja Mandailing Natal sudah banyak yang menjadi korban . Sebagian remaja menyebut ini adalah gaya hidup yang sering disebut "" GAUL '' tapi bagiku narkoba  adalah barang kecil yang mampu merusak dunia seseorang menjadi gelap,yang mampu membuat masa depan kita buram. Narkoba cenderung dengan anak remaja yang awalnya ingin sekedar tau dan coba - coba namun pada akhirnya kecanduan.hal ini menimbulkan dampak yang buruk terhadap mereka bahkan menjurus ke tatanan sosial
Hindari narkoba, karena narkoba bisa merusak kesehatan, merusak mental, merusak pendidikan dan akhirnya merusak masa depan. Jauhkan diri dari pergaulan bebas karena dari sana narkoba merasuk dalam diri anda. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, sayangnya masih ada pihak yang belum memiliki kesadaran akan bahaya dan pentingnya gaya hidup sehat tanpa narkoba.
Kejahatan dibidang Psikotropika dan obat-obatan terlarang semakin hari semakin menunjukkan grafik yang tinggi, Harus berapa banyak lagi Generasi Muda Madina yang harus gagal dan gugur dalam cita-citanya hanya karena persoalan narkoba, harus berapa banyak lagi remaja madina harus jadi korban . Ayo anak Madina bangkitlah raihlah cita - citamu setinggi lnagit .jadilah remaja Madina yang Madani  yang sopan dan santun,, yang bersih akan narkobaAlangkah meruginya kita yang tak tau arti hidup sebenarnya, hidup ini sebenarnya indah tanpa narkoba.tanpa obat - obatan kita bisa gaul..bahkansesungguhnyahidupalanarkobalah yangakanmengantarkan kita ke jurang kehancuran. Hidup ini masih panjang.... masih banyak yang membutuhkan kita.. jangan kita sia - siakan hidup ini.... bangkitlah sobat. tinggalkan  si Narkoba Jahannam.. Mari kita ciptakan hidupindah tanpa narkoba.
B.     Kerangka teoritis
Narkoba saat ini semakin merajalela, walaupun ruang gerak peredaran NARKOBA saat ini sudah diperketat, namun narkoba masih saja beredar dikalangan masyarakat, generasi muda, maupun selebritis. Hal ini yang sangat memprihatinkan di Negara kita saat ini. Karna merusak masa depan seseorang, terutama generasi muda di Negara kita, yang seharusnya menjadi generasi yang dibanggakan di Negara kita, akan tetapi masa depan mereka dirusak dan dihancurkan oleh narkoba. Sampai kapan masalah narkoba ini menjadi momok dan menghantui Negara kita, berapa juta orang lagi yang akan menjadi korban Narkoba. Kita bersama-sama harus memerangi narkoba di Negara kita ini.  Agar tidak ada lagi korban dari narkoba di Negara kita, dan dengan prinsip kita merdeka dari narkoba, atau kita kalah dan mati karna narkoba.
Pemerintah juga harus ikut berperan , khususnya pihak kepolisian untuk bersama-sama memerangi Narkoba. Agar Negara kita bisa bebas dan MERDEKA dari narkoba.
Tantangan pendidikan dewasa ini untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan tangguh semakin berat. Pendidikan tidak cukup hanya terhenti pada memberikan pengetahuan yang paling mutakhir, namun juga harus mampu membentuk dan membangun system keyakinan dan karakter kuat setia peserta didik sehingga mampu mengembangkan potensi diri dan menemukan tujuan hidupnya. Seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan nasional Indonesia haruslah dapat membentuk anak didik seutuhnya menjadi pribadi yang “ merdeka jiwanya “, “merdeka pikirannya” dan “merdeka tindakannya”.
Menurut Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Di sisi lain Slamet Imam S. (1981) dalam Pembinaan Watak Tugas Utama Pendidikan mengemukakan bahwa tujuan tipe pendidikan yang murni adalah menyusun harga diri yang kukuh-kuat dalam jiwa pelajar, supaya kelak mereka dapat bertahan dalam masyarakat. Di bagian lain pula disebutkan bahwa pendidikan bertugas mengembangkan potensi individu semaksimal mungkin dalam batas-batas kemampuannya, sehingga terbentuk manusia yang pandai, terampil, jujur, tahu kemampuan dan batas kemampuannya, serta mempunyai watak kehormatan diri. Dengan demikian, pembinaan watak merupakan tugas utama pendidikan.
Dalam kenyataan saat ini pun masih ditemui sejumlah kasus yang menunjukkan mutu pendidikan Indonesia yang masih rendah dalam segi pembentukan moral. Secara umum dalam bidang teknologi serta intelektualitas terus mengalami peningkatan. Namun, seperti berkebalikan dalam segi pembentukan karakter kepribadian bangsa Indonesia yang santun terkikis dengan adanya pembaharuan dalam dunia pendidikan. Contoh kasus ; adanya tindakan amoral yang dilakukan oleh pendidik, kasus tawuran yang dilakukan antar pelajar, kasus narkoba serta pergaulan bebas yang marak di kalangan pelajar. Kita tidak akan pernah bisa menutup mata akan hal ini. Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengusahakan agar pendidikan tidak hanya sekedar kegiatan untuk berbagi ilmu tetapi juga menanamkan nilai- nilai kepribadian bangsa (character and nation building).
Prof. Dr. M. Furqon H. (2009) menjelaskan tentang tujuan dari mengajar dan mendidik pada hakikatnya adalah ; meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan, menumbuhkan / menanamkan kecerdasan emosi dan spiritual yang mewarnai aktivitas hidupnya, menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas pembelajaran, menumbuhkan kebiasaan dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif secara teratur dalam aktivitas hidupnya dan memahami manfaat dari keterlibatannya, menumbuhkan kebiasaan untuk memanfaatkan dan mengisi waktu luang dengan aktivitas belajar, menumbuhkan pola hidup sehat dan pemeliharaan kebugaran jasmani.
Pembangunan dalam bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan (intelektualitas) tetapi juga pada pembentukan generasi penerus bangsa yang memiliki moral yang baik. Pendidikan merupakan pilihan strategis untuk melakukan proses perubahan sosial menuju masyarakat yang cerdas, beradab, adil, makmur dan sejahtera. Pendidikan berfungsi membentuk watak peradaban sebuah bangsa yang beradab dan bermartabat. Menjadikan pendidikan sebagai agenda utama kebijakan pemerintah adalah pilihan stategis untuk menghadapi tantangan arus peradaban informasi.
Yusuf al-Qardlawi mengatakan peradaban adalah akumulasi fenomena kemajuan materi, keilmuan, seni, sastra, dan sosial pada suatu kelompok masyarakat, atau pada beberapa masyarakat yang mempunyai kesamaan. Masyarakat Indonensia adalah masyarakat yang majemuk namun mempunyai kesamaan yaitu bangsa dan Negara yang berKetuhanan Yang Maha Esa. Falsafah peradaban bangsa Indonesia mengandung unsur-unsur transendensi sebagai nilai-nilai bangsa yang berbudaya dan beradab., bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Dan untuk membangun peradaban bangsa yang beradab diperlukan entitas sosial yang terdidik sebagai subyek perubahannya. Menurut Elias, dkk. (dalam Ciarrochi, dkk., 2001) menyebutkan bahwa manusia yang terdidik adalah mereka yang berilmu pengetahuan (knowledgeable), bertanggung jawab (responsible), penyayang (caring) dan tidak kasar (nonviolent).
Aktivitas intelektualisme merupakan titik awal membangun peradaban. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembudayaan dan pemberdayaan masyarakatnya yang peduli dan mempunyai keberpihakan mengawal agenda pendidikan dan pembelajaran di Indonesia baik di lingkungan formal, informal maupun non formal dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang terdidik. Cita-cita dan harapan mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara adalah merupakan tanggung jawab bersama. Kebijakan pemerintah terhadap masa depan pendidikan nasional dan memprioritaskanya sebagai agenda utama tentu akan sangat menentukan untuk perubahan dan kemajuan bangsa. Dan generasi muda adalah aktor utama atau subyek perubahan. Mempersiapkan kaum muda sebagai entitas sosial yang terdidik dan terpelajar adalah merupakan representasi masyarakat yang berilmu pengetahuan. Sebagai investasi dan asset masa depan bangsa, generasi muda perlu juga dibekali kekuatan moralitas untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan sehingga tidak mudah terbawa arus kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan mainstream masyarakat Indonesia yang religius.
BAB.  III
A.    Pembahasan
1.      Apa itu narkoba ?
Menurut WHO (1982)Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Maka pemerintah menciptakan hari narkoba sedunia sebagai bentuk peringatan kepada para remaja akan pentingnya kita untuk menghindari narkoba pada tanggal 26 juni 2008. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.
Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka
.Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.
Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).
Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah :
1.      Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
2.      Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
3.      Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis : Alkohol , rokok, cofein.
2.      Bahaya Narkoba Bagi Remaja
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
3.      Bahaya bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:
• Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
• Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
• Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
• Sering menguap, mengantuk, dan malas,
• Tidak memedulikan kesehatan diri,
• Suka mencuri untuk membeli narkoba
4.      Upaya pencegahan
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.
Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik Duh, 60 Persen Pelajar Gunakan Narkoba!
TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan, sekitar 60 persen pelajar di wilayah tersebut diduga sebagai pengguna narkoba.
Ketua BNP Kepri, M Sani, yang juga Wakil Gubernur Kepri, Senin di Tanjungpinang, mengemukakan, berdasarkan hasil penelitian BNP Kepri, jumlah pelajar yang menggunakan narkoba terbanyak berada di Batam dan Tanjungpinang."Waspadai narkoba karena ada dimana-mana," ujar Sani setelah memantau pemeriksaan urin terhadap puluhan guru dan ratusan pelajar di SMAN 1 Kota Tanjungpinang.
Sani mengatakan, narkoba dapat mengganggu pendidikan dan merusak moral generasi penerus bangsa,karena itu harus diberantas. "Kami berharap tahun 2015, Kepri bebas dari narkoba," katanya.Dia mengatakan, salah satu cara untuk memberantas narkoba adalah berhenti memakainya. Narkoba dipastikan tidak akan berproduksi jika tidak ada yang membelinya."Pendidikan akan lebih baik tanpa adanya narkoba. Karena narkoba merusak anak, keluarga dan masa depan bangsa," katanya.Tes urin yang berlangsung di SMAN I untuk mengetahui sejauh mana pengaruh narkoba terhadap pelajar. Hal yang sama juga dilakukan terhadap beberapa perwakilan guru SMA.
Selain itu, Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinangmemeriksa urinnya.
"Pengguna narkoba biasanya memiliki sikap suka menyendiri, badan lemah, nafsu makan berkurang, mudah tersinggung dan juga prestasi di sekolah menurun," katanya.
Ia mengatakan, BNP Kepri memiliki laboraturium untuk memeriksa urin. Hasilnya hanya membutuhkan waktu lima menit. "Pelajar yang menggunakan narkoba akan dibimbing secara serius," katanya.Sani berharap aparat penegak hukum terus melakukan tindakan tegas terhadap pengedar dan pengguna narkoba yang ada di Kepri.
"Kami terus melakukan tindakan pencegahan kepada masyarakat dan juga pelajar untuk menghindari narkoba yaitu dengan cara memberikan penyuluhan, memasang iklan di media cetak maupun televisi," katanya
Dampak Narkoba Suntik 43.000 Terinveksi HIV
Suara Pembaharuan, 26 April 2003
JAKARTA- Pemakai narkoba melalui jarum suntik di Indonesia sampai 2002 tercatat 124.000 hingga 196.000 orang. Data dari jumlah itu, 43.000 orang telah terinfeksi HIV positif. Perwakilan UNICEF di Indonesia, Steven Allen, mengemukakan hal itu disela-sela Pelatihan pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, di Gedung Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (25/4)
"Kita tahu faktor utama terjadinya pemindahan virus HIV di Indonesia adalah akibat pemakaian jarum suntik. Karenanya, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia, -red) memperkirakan jika perilaku penggunaan jarum suntik, terutama pemakaian narkoba terus dilakukan, mereka yang akan terinfeksi HIV akan mencapai dua kali lipat pada 2003. Artinya, penderita virus HIV baru di Indonesia bisa mencapai lebih dari 80 persen," katanya.Acara pelatihan itu diselenggarakan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), dan di buka oleh Kalahar BNN Komjen Pol Togar Sianipar. Pelatihan selama tiga hari hingga 27 April itu diikuti 120 pelajar dan mahasiswa dari 25 provinsi di Indonesia
Steven Allen menambahkan, penggunaan jarum suntik secara bebas, bahkan tidak terkontrol, biasanya dilakukan pemakai narkoba. Pemakaian jarum suntik secara bergantian pada umumnya di anggap hal biasa, padahal cara itu justru akan memudahkan penyebaran virus HIV.Penularan HIV lewat jarum suntik, menurut hasil penelitian YCAB, merambah kalangan rentang umur 15-20 tahun. Jumlah pemakaian jarum suntik di wilayah Jabotabek pada tahun 2003, mencapai 90 persen, dan pemakaian itu menderita Hepatitis C. Pada kesempatan itu, Togar Sianipar mengatakan lembaganya sampai saat ini belum menemukan konsep menanggulangi dampak buruk penggunaan narkoba terkait dengan jarum suntik. "Indonesia saat ini menegakkan hukum positif terkait dengan pemberian atau penggunaan jarum suntik bagi pecandu narkoba. Penggunaan jarum suntik oleh pemakai narkoba masuk kategori pembuatan kriminal," kata Togar, seraya menjelaskan, perdagangan jarum suntik tidak bisa dilakukan secara bebas. Alat tersebut hanya diperuntukkan khusus keperluan medis.Pada konferensi ke-14 tentang penggunaan narkoba berhubungan dengan tingkat kejahatan di Chiang Mai, Thailand, belum lama ini, Indonesia menolak pemberian jarum suntik secara bebas dengan pertimbangan hal itu sering di salah gunakan pecandu narkoba.
Remaja Pemakai Narkoba Bisa Berperilaku Seks Bebas
Majalah Gemari, Juni 2003
Jumlah remaja yang meninggal akibat kecanduan narkoba tiap tahun kian meningkat. Khususnya di DKI Jakarta, 20% dari 4 Juta pemakai narkoba adalah anak di bawah usia 18 tahun atau remaja yang notabone penerus cikal bakal negeri ini. Bhakan, 3 dari 10 anak di Jakarta terlibat penggunaan narkoba sekaligus terlibat produksi dan distribusinya. Dapat dibayangkan bila banyak remaja kita mengkonsumsi dan mendistribusikan "daun surga", bagaimana masa depan negeri ini kelak?
Dari kanak-kanak hingga orang dewasa, siapa yang tidak kenal dengan narkoba (narkotika dan bahan adiktif). Benda berbentuk serbuk putih ini begitu mudahnya beredar ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat potensial remaja biasanya berkumpul. Tak kepalang tanggung , pelajar di sekolah Jakarta pun di sinyalir banyak yang terlibat sebagai pemakai sekaligus pengedar.Berdasar data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), dari 4 juta pemakai semua berpotensi menjadi pecandu. Uniknya, orang tua lebih sulit diberi penyuluhan sementara kasus di lapangan, banyak anak frustasi karena orang tua pemakai narkoba. "ini adalah keprihatinan milik bangsa," cetus Nurul Arifin, artis yang kian aktif memberikan peyuluhan masalah HIV/AIDS dan narkoba pada remaja, saat berdialog dengan pelajar-pelajar SLTP se DKI Jakarta tentang Kewaspadaan Generasi Muda Terhadap Bahaya Penyalahgunaan Nafza/Narkoba di Gedung Menza, Jakarta, akhir April 2003 lalu.
Keterlibatan pemerintah daerah dalam menangani kasus narkoba, diakui Syamsidar Siregar, anggota DPRD komisi E, yang juga menjadi nara sumber dalam acara ceramah dan dialog ini, sampai saat ini belum menunjukkan hasil cukup baik. Banyak penyuluhan dan pencegahan narkoba tetapi narkoba tetap marak, supremasi hukum belum sepenuhnya ditegakkan dan belum terjalin kerja sama yang baik antara penegak hukum dan instansi terkait.
Belum adanya keberanian para orang tua untuk mengungkapkan bahwa anaknya terlibat narkoba juga menjadi salah satu kendala lambatnya penanggulangan kasus ini. Selain itu, pemanfaatan RSUD Jiwa dan Narkoba milik Pemda DKI Jakarta di daerah duren sawit, ternyata kalah "tenar" dengan Rumah sakit Ketergantungan obat (RSKO) Fatmawati Jakarta. Padahal, rumah sakit yang menelan dana Rp 30 miliar dibangun pemerintah guna menyiasati tingginya penderita akibat kecanduan narkoba dan meringankan biaya penderita yang harus berobat ke rumah sakit swasta.
"Kenyataannya hingga saat ini pasien yang berobat ke Rumah Sakit Jiwa dan narkoba di Duren Sawit Cuma ada 2 - 3 orang" ungkap syamsidar. Kurangnya sosialisasi tentang keberadaan rumah sakit yang menangani kasus penderita narkoba di DKI Jakarta ini, ungkap Syamsidar menunjukan Pemda kurang konsen terhadap narkoba. "Perencanaan RSUD mestinya sudah disiapkan sejak dini. Pola seperti ini harus diubah bukan untuk kepentingan proyek tapi untuk kepentingan masyarakat."
Hal senada di ungkap Nurul, instansi pemerintah hendaknya tidak cukup hanya mengeluarkan konsep, tetapi butuh konsistensi. Selama konsistensi itu tidak dilakukan, pengembangan narkoba akan lebih parah. Terutama remaja pemakai narkoba umumnya juga mengarah pada perilaku seks bebas yang semakin berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental generasi muda ke depan.
Melencengnya sebagian remaja pada perilaku seks bebas, karena ketidaktahuan remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Beruntung, belum lama ini pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR) telah dimasukan dalam kurikulum SLTP. Penempatan ini dinilai cukup tepat, karena bila masuk kurikulum SMU, sudah terlambat dan anak-anak SMU sudah terlibat seks bebas secara serius. Kendati demikian, sampai saat ini kurikulum baru ini dinilai banyak kalangan belum efektif benar.
"Saya pikir, ukuran keberhasilan dari adanya kurikulum baru ini, tergantung pada individu. Penyuluhan narkoba yang diberikan di banyak tempat, pasti mencoba memberikan yang terbaik, tapi setelah keluar dari lingkungan itu tergantung pada pilihan dirinya," ujar istri dari Mayong Suryolaksono ini, saat mengakhiri perbincangan dengan beberapa wartawan di sela acara penyuluhan masalah narkoba yang diselenggarakan atas kerjasama kantor BKKBN DKI Jakarta dan Yayasan Al Ikhwan.
BAB. IV
A.    Kesimpulan
Dari makalah di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa
1)      Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang
 bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
2)      Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa   merusak   norma   dan
ketentraman umum.
3)      Menimbulkan dampak negative  yang  mempengaruhi  pada  tubuh  baik  secara  fisik
maupun psikologis.
Akihirnya makalah yang berjudul dampak narkoba bagi remaja ini telah selesai dan semoga makalah yang sedemikian singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik itu bagi kalangan Mahasiswa, Pelajar Umum sehingga bisa mengerti tentang bahaya narkoba yang bisa mengerogoti moral kita dan sebagai generasi muda maka kita harus menyadari bahwa kita sebagai tulang punggung bangsa sekaligus bertangung jawab atas kemauan bangsa ini.
B.     Saran
Bagi remaja dan khususnya pelajar Indonesia,ada beberapa cara untuk menghindari narkoba. Antara lain:
1. Menanamkan nilai-nilai agama dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan
2. Menerapkan hidup sehat. Contohnya: tidak merokok
3. Belajar untuk berkomunikasi.Baik kepada teman,guru dan khususnya kepada orang tua
4. Melakukan kegiatan positif seperti:
·         Berkemah
·         Seni
·         Olahraga
·         Dialog interakti
·         Rajin ke perpustakaan.etc
5.  Bergabung kedalam suatu organisasi yang bermanfaat.seperti:
·         Sispala ( Siswa Pecinta Aalam )
·         KIR ( Kinerja Ilmiah Remaja )
·         KRR ( Kesehatan Reproduksi Remaja)
·         PIK( Pusat Informasi Konseling)